Tampilkan postingan dengan label tanaman obat. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label tanaman obat. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 April 2021

Faedah Ramuan Temulawak Untuk Kesehatan Dan Obat

 

Manfaat Ramuan Temulawak Untuk Kesehatan dan Obat Manfaat Ramuan Temulawak Untuk Kesehatan dan Obat
Manfaat Ramuan Temulawak 




Klasifikasi Tanaman Temulawak 

TEMULAWAK (Curcuma xanthorrhiza)

Kingdom         : Plantae

Divisio             : Magnoliophyta

Class                 : Liliopsida

Ordo                 : Zingiberales

Familia             : Zingiberaceae

Subfamilia        : Zingiberoideae

Genus                : Curcuma

Species              : Curcuma xanthorrhiza


Daerah Penyebaran Temulawak 

Temulawak merupakan flora orisinil Indonesia tetapi penyebarannya cuma terbatas di Jawa, Maluku, dan Kalimantan. Temulawak mampu tumbuh baik di dataran rendah hingga ketinggian 750 m di atas permukaan bahari.

Uraian Tanaman Temulawak 

Temulawak ialah tanaman berbentuk semak tak berbatang. Tingginya mampu meraih 2 hingga 2,5 meter. Daunnya berupa bulat panjang, mirip daun pisang. Pelepah daunnya saling menutupi membentuk batang Temulawak dapat dipanen sehabis berusia 8-12 bulan, dikala daunnya telah menguning dan kelihatan nyaris mati. Umbinya timbul pada pangkal batang, warnanya kuning renta atau cokelat muda dengan panjang meraih 15 cm dan bergaris tengah 6 cm. Umbi temulawak berbau harum dan berasa pahit agak pedas.

Kandungan & Manfaat  Temulawak 

Temulawak mengandung minyak atsiri sekitar 6-10%, kurkumin 1-2%, protein pati 29-30%, fellandren, turmerol, kamper, glukosida, foluymetik karbinol.

Temulawak Obat alami untuk penyakit selaku berikut

1. Sakit limfa

2. Sakit ginjal

3. Sakit pinggang

4. Asma

5. Maag

6. Sakit perut pada waktu haid

7. Menghilangkan bacin bacin pada waktu haid 

8. Memperbanyak produksi ASI

9. Memacu ASI yang macet 

10. Kesulitan buang air besar

11. Sembelit

12. Menambah nafsu makan

• Ramuan untuk penyakit limfa

2 rimpang temulawak dan , 1/2 rimpang lengkuas diparut ditambah 1 genggam daun meniran. Semua materi direbus dengan 1 liter air hingga mendidih kemudian disaring. Diminum 1 kali sehari 1 cangkir.

• Ramuan untuk penyakit ginjal

2 rimpang temulawak diiris tipis-tipis. Kemudian direbus bersama dengan 1 genggam daun kumis kucing dan 1 genggam daun kacabeling dan 1 liter air. Air rebusan disaring dan diminum selama 3 hari.

• Ramuan untuk sakit pinggang

Satu rimpang temulawak, 1 rimpang kunyit sebesar ibu jari dan 1 genggam daun kumis kucing direbus dengan 1 liter air. Setelah disaring diminum 1 kali sehari 1 gelas.

• Ramuan untuk sakit asma

Satu setengah rimpang temulawak diiris tipis-tipis dan dikeringkan. Setelah kering lalu direbus dengan 5 gelas air. Tambahkan sepotong gula aren. Setelah air tinggal 3 gelas lalu disaring untuk diminum sedikit-sedikit.

• Ramuan untuk sakit maag

Satu rimpang temulawak dipotong tipis-tipis dan diangin anginkan sebentar. Setelah direbus dengan 5-7 gelas air hingga mendidih kemudian disaring. Diminum sekali sehari 1 gelas.

• Ramuan untuk sakit perut waktu haid 

Satu rimpang temulawak diparut dan direbus bersama 3 buah mata asam, 1 potong gula kelapa, garam seperlunya dan 3-4 gelas air. Biarkan sampai mendidih hingga tinggal 2 gelas air. Minum air rebusan tersebut 2 kali sehari 1 cangkir, pagi dan sore.

• Ramuan untuk menghilangkan wangi bau ketika haid 

Satu rimpang temulawak dipotong tipis-tipis dan angin anginkan. Kemudian masukkan dalam panci. Tambahkan 5 buah mata asam, 1 potong gula kelapa dan 2 gelas air panas Tutup rapat selama kurang lebih 15 menit selanjutnya disaring. Minum sekali sehari selama 3 hari. • Ramuan untuk memperbanyak buatan ASI Satu setengah rimpang temulawak diaduk tempung sagu. Tambahkan air panas seperlunya sehingga menjadi bubur. Makan bubur tersebut mirip makan bubur yang lain.

• Ramuan untuk merangsang buatan ASI yang macet

Satu setengah rimpang temulawak diparut, direbus bareng 1 potong gula kelapa, 2-3 sendok makan sagu, dan air 1 liter. Biarkan hingga mendidih lalu disaring. Diminum 2 kali sehari 1 cangkir secara teratur 

• Ramuan untuk kesusahan buang air besar

Satu rimpang temulawak diiris tipis-tipis dan diangin anginkan hingga kering. Setelah kering bareng dengan 3 buah mata asam dan 1 potong gula diseduh dengan air panas secukupnya. Saring dan diminum.

• Ramuan untuk sembelit

Satu rimpang temulawak dan biji sawi secukupnya ditumbuk sampai halus. Seduh dengan air panas lalu saring. Minum mirip air biasa.

• Ramuan untuk memperbesar nafsu makan

Dua rimpang temulawak, 1/4  rimpang lengkuas, 1/2 , genggam daun meniran direbus dengan 3 gelas air. Biarkan mendidih sampai tinggal 2 gelas. Saring dan minum 2 kali sehari 1/2 gelas.



sehat dengan obat alami, M. A. Laksita, jakarta, cv sinar cemerlang infinit, h. 46



Sumber https://www.mooreyi.com/

Senin, 12 April 2021

Spesifikasi Tanaman Tomat (Solanum Lycopersicum)

 
Tanaman tomat banyak ditanam di daerah pegunungan yang tanahnya mengandung pasir Spesifikasi Tanaman  TOMAT (Solanum lycopersicum)
Spesifikasi Tanaman  TOMAT (Solanum lycopersicum)










TOMAT (Solanum lycopersicum)

Klasifikasi Tanaman

Kingdom : Plantae

Divisio   : Magnoliophyta

Class   : Magnoliopsida

Ordo     : Solanales

Familia  : Solanaceae

Genus    : Solanum

Species   : Solanum lycopersicum

Daerah Penyebaran

Tanaman tomat banyak ditanam di tempat pegunungan yang tanahnya mengandung pasir. Biasanya tumbuhan ini tumbuh pada ketinggian sekitar 2500 m di atas permukaan bahari.

Uraian Tanaman

Daun pada flora tomat menyirip setengah. Bunganya berupa bintang berwarna kuning. Buahnya berupa bulat, jika telah matang akan berwarna kuning dan kemerahan.

Kandungan Kimia

Buah tomat mengandung fosfor, kalsium, besi, sulfur, pro tein, vitamin A, B1, dan C.

Obat alami untuk penyakit sebagai berikut 

1. Membersihkan darah dan hati

2. Mencegah usus buntu

3. Gusi berdarah

4. Sembelit

5. Muka terbakar sinar matahari 

6. Demam-kuning (buahnya)

7. Jerawat



sehat dengan obat alami, M. A. Laksita, jakarta, cv sinar cemerlang abadi, h. 50





Sumber https://www.mooreyi.com/

Minggu, 11 April 2021

Pembagian Terstruktur Mengenai Tumbuhan Wortel (Daucus Carota)


Tanaman ini merupakan jenis tanaman sayuran Klasifikasi Tanaman Wortel (Daucus carota)
Klasifikasi Tanaman Wortel (Daucus carota)








Klasifikasi Tanaman

Kingdom    : Plantae

Divisio : Magnoliophyta

Class  : Magnoliopsida

Ordo : Apiales

Familia : Apiaceae

Genus : Daucus

Species : Daucus carota

Uraian Tanaman

Tanaman ini merupakan jenis tumbuhan sayuran. Batang pada flora ini berupa pendek dan basah. Umbi akarnya berasa cantik dan berwarna jingga.

Kandungan Kimia

Tanaman wortel mengandung beta karoten yang sifatnya dapat menghalangi dan menangani kanker, darah tinggi, menurunkan kadar kolesterol, dan mengeluarkan angin.

Obat alami untuk penyakit selaku berikut

1. Demam pada anak

2. Nyeri haid 

3 Mata minus 

4. Rabun senja

5. Luka bakar

6. Cacingan



sehat dengan obat alami, M. A. Laksita, jakarta, cv sinar cemerlang kekal, h. 51


Sumber https://www.mooreyi.com/

Senin, 05 April 2021

Penggunaan Flora Dan Tanaman Obat

 

Penggunaan Tanaman dan Tumbuhan Obat herbal Penggunaan Tanaman dan Tumbuhan Obat


Apapun keperluan manusia, dalam memenuhinya sungguh tergantung pada lingkungan alam sekitarnya. Misalnya untuk makan, daerah berteduh, pakaian bahan bakar, obat, dan sebagainya, insan tinggal mempergunakan apa yang telah tersedia di alam sekitarnya. Dengan demikian, kekayaan di sekitar manusia sungguh berfaedah dalam menopang hidup manusia. Perlu kiranya kekayaan alam itu digali, dimanfaatkan, atau bahkan dikembangkan dan dijaga kelestariannya

Kekayaan alam banyak jenis dan ragamnya, ada jenis kekayaan alam yang tidak dapat diperbaharui, seperti minyak bumi, barang-barang tambang, air dan sebagainya. Ada juga kekayaan alam yang bisa diperbaharui, dipertahankan atau dikembangbiakkan, mirip hewan dan tanaman

Dalam hal kekayaan alam berbentuktetumbuhan atau tanaman, bangsa Indonesia ialah salah satu bangsa yang sungguh kaya dengan sumber kekayaan alam tersebut. Beratus bahkan beribu jenis tumbuhan Indonesia yang memiliki manfaat besar tersedia di tanah air Indonesia. Dari berbagai jenis tumbuhan yang dikenal dan mempunyai manfaat, secara garis besar flora tanaman tersebut dimanfaatkan sebagai:

1 tumbuhan pangan, seperti padi, sayuran, jagung dan lain-lain;

2. tanaman papan, mirip jati, kelapa dan kayu-kayuan lain;

3. tanaman sandang, mirip kapas

4. tumbuhan industri, seperti karet, dan lain-lain; 5. tanaman obat, seperti jahe, kayu elok, dan lain-lain.

Bangsa Indonesia telah lama mengenal dan menggunakan flora berguna obat selaku salah satu upaya dalam menangani dilema kesehatan. Berbagai jenis flora obat-obatan mampu tumbuh subur di Indonesia. Bahkan antara flora memiliki kegunaan obat dan tumbuhan pangan kadang kala susah untuk dibedakan, alasannya adalah flora umumnya mempunyai khasiat kedua-duanya, selaku tumbuhan pangan, sekaligus bisa dimanfaatkan sebagai tumbuhan yang mengandung khasiat obat Misalnya, kita mengenal bayam, pepaya, suweg, apel, dan lain-lain yang merupakan flora pangan, tapi di samping itu flora-tumbuhan ini mempunyai kandungan kimia yang sangat berguna untuk pengobatan banyak sekali penyakit

Penggunaan materi alam sebagai obat tradisional di Indonesia sudah dilakukan oleh nenek moyang kita semenjak berabad-masa yang kemudian terbukti dari adanya naskah usang pada daun lontar Husodo (Jawa), Usada (Bali), Lontarak pabbura (Sulawesi Selatan), dokumen Serat Primbon Jampi, Serat Racikan Boreh Wulang nDalem, dan relief candi Borobudur yang menggambarkan orang sedang meracik obat (jamu) dengan tanaman sebagai bahan bakunya. (Sukandar E Y, 2006) 

Pengetahuan serta pemanfaatan tanaman memiliki kegunaan obat kebanyakan berdasarkan pada pengalaman dan kemampuan yang secara turun temurun sudah diwariskan dari satu generasi ke generasi berikutnya. Bahkan secara umum dikuasai penduduk kita dalam pemanfaatan flora obat tersebut penduduk cuma mengenali khasiat tumbuhan bersangkutan cuma berdasar kebiasaan, tanpa tahu kandungan apa yang terdapat dalam tumbuhan bersangkutan.

Pemanfaatan flora selaku obat atau lebih diketahui dengan obat herbal lebih banyak terdapat di negara-negara dunia ketiga seperti halnya Indonesia. Namun dalam perkembangannya, obat herbal makin diterima secara luas di nyaris seluruh negara di dunia. Bahkan sekarang sekamin menjamur industri farmasi yang mempergunakan tumbuhan sebagai bahan utamanya, dengan istilahnya back to nature atau kembali ke alam.

Menurut catatan WHO tahun 2003, Negara-negara yang banyak memanfaatkan tanaman obat paling banyak terdapat di Afrika yang mencapai nyaris 80% dari populasi, menyusul yaitu Amerika Latin dan Asia. Di Asia yang sungguh terkenal yakni pemanfaatan ginseng China, ginseng Korea, jamu-jamuan di Indonesia.

Perkembangan menawarkan bahwa pemanfaatan tumbuhan obat, mulai terjadi peningkatan juga di negara-negara maju, mirip Jepang, Amerika dan Eropa. Faktor pendorong terjadinya kenaikan penggunaan ibat herbal di negara maju ialah usia keinginan hidup yang lebih panjang pada ketika prevalensi penyakit kronik meningkat, adanya kegagalan penggunaan obat terbaru untuk penyakit tertentu, di antaranya kanker serta kian luas jalan masuk info tentang obat herbal di seluruh dunia.

WHO mengusulkan penggunaan obat tradisional termasuk obat herbal dalam pemeliharaan kesehatan penduduk , pencegahan, dan pengobatan penyakit, terutama untuk penyakit kronis, penyakit degeneratif, dan kanker WHO juga mendukung upaya-upaya dalam peningkatan keselamatan dan khasiat dari obat tradisional

Kelebihan dari penggunaan obat tradisional utamanya obat herbal yaitu

bahwa obat tradisional relatif kecil imbas sampingnya kalau penggunaannya sempurna. Penggunaan sempurna dalam hal ini meliputi:

1 ketepatan jenis penyakit dengan materi obat yang digunakan;

2. ketepatan cara penggunaan

3. ketepatan takaran;

4 ketepatan waktu penggunaan

Penelitian yang telah dikerjakan terhadap tanaman obat sungguh menolong dalam penyeleksian materi baku obat tradisional. Pengalaman empiris ditunjang dengan observasi makin menunjukkan kepercayaan akan khasiat dan keamanan obat tradisional




Sopandi, 2016, Tanaman Obat Tradisional (jilid III),PT fasilitas panca karya nusa. H. 2-6


Sumber https://www.mooreyi.com/