Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Olahraga. Tampilkan semua postingan

Kamis, 18 Maret 2021

Hungaria Di Euro 2020: Lolos Playoff, Masuk Grup Neraka

 Perjalanan Hungaria untuk menjadi finalis Piala Eropa tahun  Hungaria di Euro 2020: Lolos Playoff, Masuk Grup Neraka
Timnas Hungaria ketika ini
 


PojokReview - Perjalanan Hungaria untuk menjadi finalis Piala Eropa tahun 2020 (yang gelarannya ditunda tahun 2021) cukup keras. Ia menjadi salah satu dari empat negara yang lolos lewat play-off.


Empat negara tersebut, selain Hungaria adalah Slovakia, Skotlandia, dan Makedonia Utara.


Hungaria berhadapan dengan negara kecil yang mengagetkan dunia alasannya lolos ke Piala Dunia 2016 lalu, Islandia. Lebih mengejutkan karen cukup merepotkan negara-negara yang difavoritkan keluar selaku juara yaitu Argentina dan Kroasia.


Bentrok dengan Islandia di Stadion Ferenc Puskas Jumat (13/11/2020) kemudian, Hungaria justru tertinggal di menit ke-11. Perjuangan Hungaria yang tak kenal mengalah terus diperlihatkan hingga menit simpulan.


Alhasil, Hungaria berhasil menggulingkan Islandia di kandang mereka sendiri. Impian Hungaria untuk kembali tiba ke Euro kembali terwujud. Sudah lama, terakhir tahun 1950-an ketika Ferenc Puskas masih menjadi pemain timnas Hungaria, ketika itu Hungaria menjadi negara yang besar lengan berkuasa dalam permasalahan sepakbola.


Kemenangan yang membuat Hungaria antusiaskembali menatap Euro 2020. Ini saatnya kembali menjadi Magnificent Magyars, julukan yang disematkan ke Hungaria periode 1950-an.


Hungaria sukses, dan tergabung dengan grup F Euro 2020. Eh, tunggu dahulu... grup F?


Grup Neraka di Euro 2020


Timnas Hungaria tahun 1950 yang dijuluki Magnificent Magyars

Yah, Hungaria yang jungkir balik berjuang lewat penyisihan dan playoff tersebut justru tergabung di grup F. Ada tiga negara yang telah menantinya di sana, Portugal, Prancis dan Jerman.


Mungkin pemain Hungaria akan gigit jari saat mengenali kandidat lawan-lawannya tersebut. Prancis saat ini menjadi negara pertama yang masuk ke Semifinal UEFA Nation League setelah mengandaskan Portugal dengan skor tipis 1-0 Sabtu (14/11/2020).


Selain itu, Prancis masih memegang status selaku juara bertahan Piala Dunia setelah di final Piala Dunia 2018 silam mengalahkan Kroasia di partai puncak.


Sedangkan Jerman, yaitu negara yang sangat diunggulkan baik di Euro maupun di Piala Dunia. Tiga kali juara Eropa dan 6 kali jadi finalis Eropa ditambah dengan 4 kali juara dunia dengan 8 kali jadi finalis mengakibatkan Jerman adalah timnas yang harus dipertimbangkan oleh setiap lawannya.


Bagaimana dengan Portugal? Portugal menjadi jawara Euro di tahun 2016 silam. Diperkuat megabintang Christiano Ronaldo, Portugal juga punya bintang-bintang baru yang bakal bersinar di Eropa.


Hungaria harus menyiapkan timnya sebaik mungkin semoga mampu berkompetisi dengan tiga raksasa di atas. Tentunya, masih belum ada yang tahu hasil di atas lapangan, meski di atas kertas Hungaria tidak diunggulkan. Apakah akan ada kejutan dari tim legendaris ini?


Kita tunggu saja di tahun 2021 mendatang. 


Sumber https://www.mooreyi.com/

Kamis, 04 Maret 2021

Klub Inggris Ini Yang Berganti Logo Dari Lumba-Lumba Ke Burung Camar Alasannya Adalah Cemoohan Musuh


PojokReview.com - Pertandingan sepakbola memang kerap berakhir panas, apalagi kalau perseteruan antar klub terhitung keras. Salah satu yang paling keras yakni derby, yaitu ungkapan yang digunakan apabila ada tim lawan bebuyutan secara historis bertemu di lapangan.


Ada banyak pertarungan derby yang keras dan panas di dunia ini. Tapi, kompetisi antara Brighton & Hove Albion dengan Crystal Palace mungkin jauh lebih keras. Sampai-hingga salah satu tim mengganti logonya.


Awal Perseteruan, Cemoohan Pendukung Lawan



Kedua tim ini, baik Brighton and Hove Albion maupun Crystal Palace awalnya bertandingbiasa-biasa saja. Tidak begitu serius terlebih hingga menjadikan bentrokan fisik.


Semua bermula di simpulan 1970-an dikala kedua tim bertemu di tempat Croydon, sangkar Crystal Palace. Saat itu, Brighton & Hove Albion gres saja mencapai prestasi dengan naik ke Divisi I dari sebelumnya sudah biasa berada di Divisi III.


Ketika para penunjang tim Brighton & Hove Albion merasa tersinggung dengan cemoohan para pendukung garis keras (hooligans) Crystal Palace. Sepele bahwasanya, alasannya penunjang Crystal Palace cuma sekedar meneriakkan kata Elang (Eagles) yang gagah, merujuk pada logo klubnya.



The Eagles juga menjadi julukan Crystal Palace. Mereka juga sudah biasa meneriakkan nama itu pada timnya untuk memberi semangat.


Tapi kali ini berbeda. Karena teriakan Eagles itu seperti menghina penunjang Brighton yang mempunyai logo ikan lumba-lumba. Burung rajawali dianggap lebih gagah (oleh pendukung Crystal Palace) daripada ikan lumba-lumba.


Padahal ikan lumba-lumba (Dolphins) adalah logo sekaligus ikon klub Brighton & Hove Albion. Dolphins juga menjadi julukan tim mereka. 



Pada pertarungan itu, para pendukung Brighton & Hove Albion meneriakkan nama Seagulls alias burung camar.


Saling teriak antar supporter justru rampung geger. Kedua kubu justru saling bentrok di stadion. Bahkan insiden saling bentrok itu terus terjadi selama 10 tahun, ialah 1970-an sampai 1980-an.


Kenapa dengan Seagulls?



Mitologi Inggris yang populer menceritakan bahwa elang memang raja di udara. Mereka bisa saja menguasai udara jika tidak kehadiran lawan tangguhnya di udara. Yah, itu yakni burung camar (seagulls).


Teriakan "Eagles" dari pendukung Crystal Palace yang mungkin memiliki arti "kami yakni raja udara" dan mencibir lumba-lumba-nya Brighton & Hove Albion.


Sedangkan akibat "Seagulls" dari Brighton & Hove Albion justru bermakna "kami yakni lawan tangguh untuk kalian".


Maka perseteruan itu bermula, cuma sebab teriakan Elang dan Burung Camar.


Lumba-lumba Berubah Kaprikornus Burung Camar


Klub Brighton & Hove Albion balasannya mengganti logo klub di tahun 1977 menjadi burung Camar. Padahal, sebelumnya semenjak tahun 1974, Brighton & Hove Albion sudah terlalu yakin diri dengan logo ikan lumba-lumba.


Hal itu menandai mulainya rivalitas yang keras dengan Crystal Palace. Namun, tahun 1997 klub ini terlempar ke divisi cukup rendah. Bahkan, klub ini nyaris melarat jika saja tidak terjadi pergantian dewan direksi di tahun 2002. 


Klub ini kembali menjangkau berhasil hingga kesannya berhasil kembali ke Liga Primier Inggris di tahun 2017 setelah 34 tahun absen di divisi teratas liga Inggris tersebut.


Kembalinya Brighton & Hove Albion ke Liga Primier kembali menimbulkan konferensi historis dengan Crystal Palace (yang bahkan mengganti lambang klub tersebut) kembali panas.


Tanggal 18 Oktober 2020 lalu adalah pertemuan teranyar dari Crystal Palace dengan Brighton Albion. Dalam derby yang disebut Derby A23-M23 itu, pertarungan berakhir imbang 1-1. 


Tentu saja, pertandingan itu sungguh panas. Sampai wasit mesti mengeluarkan 5 kartu kuning dan 1 kartu merah dalam pertarungan itu.


Derby A23-M23


Nama pertemuan dua tim ini adalah "Derby A23-M23". Semuanya bermula dari penamaan oleh media lokal. A23 dan M23 yaitu nama jalan yang harus dilalui kedua tim untuk mencapai Stadion Selhurst Park, sangkar Crystal Palace. Jalan A23 ialah jalan yang menghubungkan antara kota Brighton ke stadion tersebut.


Jarak markas kedua tim ini sebenarnya sungguh berjauhan. Crystal Palace bermarkas di London Borough of Croydon sedangkan Brighton & Hove Albion bermarkas di kota Brighton & Hove. Keduanya berjarak lebih dari 64 km.


Derby A23-M23 akan kembali digelar pada tanggal 20 Februari mendatang.  Saat ini, Crystal Palace berada di posisi 14 dengan total 22 poin sedangkan Brighton & Hove Albion berada di posisi 17, alias satu tingkat di atas zona degradasi dengan total poin 14.


Tentunya, keduanya akan bentrok dengan panas dan keras lagi di simpulan Februari 2021. Kita lihat saja nanti.


Sumber https://www.mooreyi.com/

Senin, 01 Februari 2021

Kerasnya Derby Glasgow, Derby Sepakbola Berbalut Politik Dan Sara

Old Firm Derby, Glasgow Celtic vs Glasgow Rangers

PojokReview - Bila pertarungan derby memang sudah berlangsung panas, bagaimana dengan derby berbalut SARA (Suku, Agama dan Ras). SARA memang senantiasa bisa menyulut pergesekan dan kontradiksi, dan memperbesar percikan api derby kota Glasgow di Liga Skotlandia.


Dua klub sepakbola asal Kota Glasgow, Glasgow Celtic dan Glasgow Rangers selalu panas saat bersua. Pertandingan keras, bergairah dan tidak ada yang ingin kalah dalam konferensi itu. Petugas keselamatan mesti bekerja lebih keras dikala kedua tim berjumpa , alasannya adalah bentrokan antar supporter kerap terjadi.


Kenapa Derby itu Bisa Sedemikian Keras?


Sejarah Glasgow


Berabad yang kemudian, Glasgow berisi penduduk asli yang beragama Protestan. Glasgow, sebagai kota terbesar kedua di Scotlandia, juga menjadi kota yang identik dengan agama itu. Keuskupan Glasgow bahkan salah satu yang terbesar (sekaligus terkaya) di Skotlandia semenjak kurun ke-12. Masih di kala yang sama, kota itu menjadi tambah kaya dan terkenal alasannya adanya Pekan Raya Glasgow, yang menjadikan nama kota ini terdengar ke seantero Britania Raya.


Keuskupan Glasgow menjadi keuskupan agung, mengakibatkan kota tersebut menjadi kota yang relijius. Ditambah lagi, semenjak tahun 1451 didirikan pula Universitas Glasgow yang menjadikan kota ini selaku "kota pendidikan dan relijius" di era ke-16.




Sampai di sini, semua masih baik-baik saja. Cerita periode lalu Kota Glasgow bahkan sangat indah. Kota Glasgow bukan hanya yang terindah di Skotlandia, tetapi juga di pulau Britania. Glasgow juga menjadi salah satu kota yang sangat mengasihi Kerajaan Inggris Raya dan terus menunjukkan dukungannya terhadap Kerajaan Inggris Raya semenjak berabad silam.


Hanya ada satu "bandel" Inggris di Britania Raya, yakni Irlandia. Dan Skotlandia terpisah dengan laut dengan Irlandia. Jadi, paham "republikan" Irlandia yang ingin lepas dari Inggris Raya semenjak usang tidak hingga ke Glasgow.


Glasgow juga ialah kota yang sungguh subur, tidak terlalu cuek mirip kota-kota di Skotlandia yang lain, termasuk ibukota kerajaan Skotlandia, Edinburgh. Penyebabnya, dataran Glasgow lebih rendah menimbulkan suhunya lebih hangat. Ditambah dengan Sungai Cylde yang membelah kota tersebut membuatnya lebih subur.


Nah, kondisi geografis itulah yang mengundang para imigran dari Irlandia. Sekaligus membawa paham yang bertentangan dengan Glasgow selama ini: republikan, menolak kerajaan Inggris Raya, beragama protestan dan perbedaan suku bangsa (Irlandia dan Skotlandia). Maka pergesekan itu mulai terjadi, seabad lalu.


Para petani dari Irlandia terpaksa mesti berpindah. Selain petaka serta cuaca yang masbodoh, serangan hama juga menyerang perkebunan mereka. Maka dikala orang-orang Irlandia (Irish) mendengar petani di Glasgow tidak menerima masalah alasannya hama, maka berbondong-bondonglah mereka ke sana.


Sentimen suku juga agama (Nasrani Irlandia dan Protestan Glasgow) mulai timbul di Glasgow. Ditambah lagi politik ikut masuk di sana. Para imigran ini menenteng ideologi politik yang baru, sedangkan penduduk orisinil Glasgow yaitu penunjang setia kerajaan Inggris Raya (UK). Pergesekan tersebut telah terlalu sering terjadi.


Lahirnya Glasgow Celtic dan Glasgow Rangers


Tahun 1872, nama John Ure Primrose diingat publik Glasgow sebagai pendiri klub sepakbola pertama di kota itu. Klub itu bernama Glasgow Rangers dan kesannya memiliki banyak penggemar. Ternyata, semua penggemar Glasgow Rangers adalah kaum Protestan, yang seakan membuktikan bahwa olahraga (terutama sepakbola) yakni dominasi kaum Protestan. Klub ini mengusung warna biru sebagai warna lebih banyak didominasi, yang mencirikan tunjangan terhadap United Kingdom.


Kemudian, seorang biarawan Kristen berjulukan Brother Wilfrid memiliki ide untuk mendirikan sebuah klub sepak bola untuk menolong imigran dan kaum Nasrani yang hidup miskin. Maka di tahun 1888 bangkit klub Glasgow Celtic dengan warna hijau menjadi identitas klub. Nyatanya, klub ini karenanya juga mempunyai misi lain, ialah mematahkan derasnya dominasi kaum protestan di sepakbola.



Dua edisi pertama Liga Skotlandia menjadi milik Glasgow Rangers, lalu Glasgow Celtic berdiri. Di tahun 1888, konferensi perdana kedua klub terjadi di Celtic Park (markas Glasgow Celtic). Glasgow Rangers kalah, dan Glasgow Celtic menjadi juara tahun itu. Tidak cuma itu, Glasgow Celtic meraih 4 juara beruntun sehabis itu.


Maka banyak sekali sentimen suku, agama dan politik mulai merasuk ke klub sepak bola itu. Glasgow Rangers dianggap sebagai perwakilan dari kaum Protestan, juga penunjang United Kingdom. Maka rivalitas kedua klub semakin memanas. Setiap pertandingan, akan dihiasi dengan lagu-lagu bernada sinis dan ajukan kepada pandangan politik juga agama para penunjang.


Tahun 1989, Glasgow Rangers alhasil menyewa jasa pemain berjulukan Maurice Jansen yang menjadi pemain beragama Nasrani pertama di Glasgow Rangers. Namun, hal itu tidak begitu memperkecil tabrakan antar pendukung. Para pendukung kedua tim terlalu sering baku hantam, tepat saat peluit panjang tanda pertarungan selsai dibunyikan.


Selama 108 kali Liga Skotlandia digelar, kedua tim sama-sama meraih 52 gelar juara. Berarti, kedua tim ini sama-sama merajai Liga Skotlandia sampai hari ini. Itu juga mengakibatkan tensi derby tersebut semakin tinggi. Derby itu lalu disebut dengan nama Old Firm Derby.


Ditambah lagi, bendera Irlandia senantiasa berkibar di atas stadion Celtic Park markas Glasgow Celtic. Sedangkan Glasgow Rangers hadir dalam warna biru dan sumbangan sarat pada kerajaan Inggris Raya.


Saat ini, tensi derby masih cukup tinggi, tetapi mampu dibilang mereda dibandingkan dengan bertahun-tahun lalu. Semuanya dimulai pada tahun 2012 ketika Glasgow Rangers melakukan kesalahan pajak yang membuat mereka mendapatkan hukuman turun ke divisi 4.


Hanya butuh waktu 4 tahun untuk raksasa Skotlandia satu ini kembali ke kasta tertinggi. Tahun 2016, keduanya kembali berjumpa di lapangan hijau. Namun, di tahun itu, 60% masyarakatSkotlandia memutuskan menjadi Atheis. Maka persinggungan agama telah tidak lagi memengaruhi rivalitas kedua klub. Tensi menurun, tetapi tetap tinggi. Hingga hari ini, Old Firm Derby menjadi salah satu pertarungan derby yang terkeras di Eropa. Tiga pertandingan terakhir yakni milik Glasgow Rangers yang berhasil memenangkannya berturut-turut.


Sumber https://www.mooreyi.com/

Minggu, 17 Januari 2021

Review Flashscore Id – Aplikasi Live Score Yang Wajib Dimiliki Para Pecinta Olahraga

Tetap update skor pertarungan klub kesayangan Anda dengan aplikasi livescore


Pojokreview.com - Seringkali kita kelupaan atau ketinggalan menyaksikan tubruk klub kesayangan, atau malah tidak mampu menyaksikan pertarungan di televisi. Tentunya kita memerlukan aplikasi yang mampu memperlihatkan isu langsung dari pertarungan agar tetap update dengan akibatnya, bukan? Nah, pada kesempatan kali ini kami ingin membahas salah satu aplikasi LiveScore (skor eksklusif) olahraga yang harus kau punya di perangkat Android maupun iOS kamu, jika kau mengaku sebagai pecinta olahraga. Aplikasi ini bernama FlashScore ID atau FlashScore Indonesia yang mempunyai isu dari lebih dari 30 cabang olahraga secara live dan real time.

Seperti yang sudah disinggung diatas aplikasi FlashScore ID tidak hanya menyajikan isu tentang sepak bola saja, FlashScore Indonesia juga menawarkan gosip dari  banyak cabang olah raga lainnya mulai dari badminton, Tenis, basket, hingga olah raga yang jarang kita dengar sekali pun mirip kriket, dart atau handball dengan total 38 jenis olahraga dan cakupan lebih dari 9000 kompetisi olah raga dari seluruh dunia. 


Apa Itu FlashScore ID?


FlashScore ID merupakan salah satu dari pada jaringan Global FlashScore yang ada di masing-masing Negara. Dan pada masing-masing situs tersebut memiliki sasaran pasar tersendiri, salah satunya yakni di Indonesia. Namun memang yang menjadi pasar terutama di bagian benua Eropa.


Kini FlashScore telah mempunyai lebih dari 50 juta pengunjung pada setiap bulannya. Kami berharap sesudah ini kamu akan bergabung dengan para penguna tersebut dengan menjadi salah satu hadirin atau pengguna dari FlashScore.


Tentang Aplikasi FlashScore ID


Dengan hadirnya aplikasi FlashScore ID kami berharap para pecinta olahraga di Indonesia dapat mengakses info lebih mudah dan up to date secara langsung melalui platform Android maupun iOS. Tidak cuma koleksi informasi nya yang lengkap, rancangan dalam FlashScore ID juga sungguh dinamis dan sederhana sehingga mempermudah pengguna mendapatkan atau mencari skor dan hasil terkini dari setiap pertarungan di banyak sekali olahraga yang kamu harapkan.


Aplikasi FlashScore ID juga memiliki berbagai fitur unggulan didalamnya yang juga tidak kalah keren. Beberapa fitur tersebut kami jelaskan selengkapnya di bawah ini.


Fitur - fitur Aplikasi FlashScore ID


  • Fitur LANGSUNG dimana kau dapat mengikuti statistik pertandingan yang sedang berlangsung secara langsung dari aneka macam jenis olahraga yang diseleksi.



  • Statistik head to head.
  • Statistik komprehensif dari pertarungan sepakbola mulai dari line up, skor, pencetak gol, kartu dan pergantian pemain.



  • Fitur notifikasi dari pertandingan yang sedang berlangsung. Fitur ini memungkinkan kau untuk mendapatkan notifikasi semisal terjadinya gol / hukuman kartu secara pribadi selama pertandingan, kamu cukup mengaktifkan pengaturan Push Notifikasi. Dengan mengaktifkan fitur tersebut kamu tidak akan melalaikan momen penting ketika pertandingan favorit sedang berlangsung.
  • Daftar klasemen dari berbagai jenis olahraga.




  • Fitur penelusuran tim, pemain dan juga persaingan 



  • Fitur arsip hasil kompetisi di masa lampau.
  • Sejarah transfer pemain.
  • Fitur sinkronisasi  yang memungkinkan penggunanya untuk dapat mensinkronkan dengan pengaturan pribadi di perangkat yang digunakan di semua perangkat yang tersedia (PC, Smartphone dan tablet). 
  • Yang terbaru aplikasi juga tersedia dalam mode gelap.

Fitur – fitur di atas akan memanjakan kau selaku pengguna. selain dari pada koleksi banyak sekali jenis kompetisi olahraga yang lengkap, Flashscore ID juga sungguh up to date jadi kau akan mendapatkan gosip yang tidak kalah cepat dengan orang yang sedang menonton pertarungan secara langsung. Kaprikornus jangan terkejut alasannya adalah pada ketika membuka aplikasi FlashScore ID, kau akan pribadi disuguhkan dari aneka macam persaingan yang saat ini sedang berjalan.


Buat kamu pecinta sepakbola Indonesia juga jangan khawatir, karena di aplikasi FlashScore ID tidak hanya liga persaingan besar yang tersedia di sini, liga – liga minor dari banyak sekali negara juga tersaji disini. Tentunya Liga 1 dan Liga 2 Indonesia juga tersedia disini. Makara tidak cuma kompetisi sepakbola yang populer saja semisal Premier League, LaLiga atau Serie A saja. 


Selain fitur yang telah kami bahas masih banyak fitur menarik lainnya yang bisa kamu telusuri, karna itu secepatnya pasang aplikasi FlashScore ID di perangkat kau kini juga supaya tidak ketinggalan perkembangan tim dan pertarungan favoritmu.


Download Aplikasi FlashScore ID


Untuk para pengguna iOS, nama aplikasinya adalah “FlashScore” saja, di dalam aplikasi tersebut kamu mampu menentukan banyak sekali bahasa yang menyokong aplikasi ini, pastinya Bahasa Indonesia juga telah tersedia, jadi jangan khawatir.



Demikian ulasan tentang FlashScore ID – Aplikasi LiveScore Olahraga Terbaik untuk ponsel pintar anda. Ayo langsung saja download aplikasi dan pasang pada perangkat yang kau gunakan, atau bila kamu pengguna PC kau juga mampu menikmati layanan FlashScore dengan mendatangi situs resminya di https://www.flashscore.co.id/ .


Sumber https://www.pojokreview.com/

Jumat, 15 Januari 2021

Dua Nama Yang Mesti Dicatat Dalam Derby Della Madonnina Selain Lautaro Dan Lukaku

Nama yang Mesti Dicatat dalam Derby della Madonnina selain Lautaro dan Lukaku Dua Nama yang Mesti Dicatat dalam Derby della Madonnina selain Lautaro dan Lukaku
Nama yang Mesti Dicatat dalam Derby della Madonnina selain Lautaro dan Lukaku (sumber foto: Inter.it)
 

PojokReview - Tidak berlebihan bila banyak yang menyebutkan semua mata di dunia tertuju ke Kota Milan, Italia pada hari Minggu (21/2/2021). Pasalnya, dua klub besar Italia dan Eropa yang berasal dari kota itu saling bentrok. Inter Milan melawan AC Milan, biru vs merah.


Inter Milan menang telak dalam sabung itu, lewat tiga gol tanpa balas. Dua gol dari Lautaro Martinez dan satu gol dari Romelu Lukaku. Maka dua nama ini terus disebut sebagai pemain penting dalam kemenangan Inter Milan melawan lawan bebuyutannya, AC Milan. Kemenangan penting sebab menciptakan Inter Milan melangkah menjauhi AC Milan di puncak klasemen Serie A Liga Italia.


melatonin1 


Memang benar bahwa Lautaro Martinez dengan dua golnya, serta Lukaku dengan aksi solo di antara tiga bek Milan mesti kita berikan pujian dan tepuk tangan meriah. Namun, ada dua nama lagi yang harus mendapatkan perhatian tambahan. Dua nama ini juga memiliki peran mengakibatkan Inter Milan mampu menghajar abang kandungnya tersebut.


Nama Pertama yang Mesti Dicatat dalam Derby della Madonnina selain Lautaro dan Lukaku: Samir Handanovic


Nama yang Mesti Dicatat dalam Derby della Madonnina selain Lautaro dan Lukaku Dua Nama yang Mesti Dicatat dalam Derby della Madonnina selain Lautaro dan Lukaku
Samir Handanovic

Nama pertama yaitu Samir Handanovic. Setelah tersengat dengan gol cepat Inter Milan, AC Milan berkali-kali meneror gawang yang dikawal Handanovic. Tapi Handanovic terlalu tangguhuntuk semua pemain AC Milan, bahkan untuk Ibrahimovic sekalipun. 


Menit ke-38, Handanovic mampu mengandaskan tembakan voli keras Ibrahimovic. Menit ke-47 dan ke-48 secara bertubi-tubi Ibrahimovic dan Tonali mencoba menaklukan Handanovic untuk menyamakan kedudukan. Bahkan, Ibrahimovic menjajal dua kali mengarahkan bola ke dalam gawang yang keduanya nyaris berbuah gol. Lagi-lagi Handanovic terlalu perkasa untuk striker gaek "mantan" Inter Milan itu. Sedangkan berkelang satu menit lalu, giliran Tonali yang memanfaatkan bola liar, mencoba mengalahkan Handanovic, juga kandas.


Penampilan Handanovic tidak kendur sampai menit tamat. Terbukti, peluang Rebic di menit ke-90 juga mampu dikandaskan Handanovic. Buah dari stress alasannya selalu gagal mengalahkan Handanovic, membuat Milan malah keteteran dan dihajar balik lewat sejumlah potensi Inter Milan dari kaki Barella, Eriksen, Lautaro dan Lukaku. 


Maka nama pertama yang harus dicatat pada pertarungan Inter Milan vs AC Milan (selain Lautaro dan Lukaku) ialah Samir Handanovic. Pada pertarungan itu, dia bermetamorfosis menjadi seorang raksasa yang tak terkalahkan di bawah mistar gawang Inter Milan. Nilai 85 yang diberikan dari banyak sekali situs untuk kiper asal Slovenia itu sangat tepat dan berdalih. Bayangkan saja, Inter Milan hanya mempunyai 6 tendangan ke gawang (dari total 16 tendangan) dan 40% penguasaan bola namun berbuah 3 gol. Sedangkan Milan yang punya lebih banyak tendangan ke gawang, yaitu 8 tendangan (dari total 15 tendangan) dan penguasaan bola sampai 60% tak bisa menjebol gawang Handanovic!


Nama Kedua yang Mesti Dicatat dalam Derby della Madonnina selain Lautaro dan Lukaku: Ivan Perisic


Nama yang Mesti Dicatat dalam Derby della Madonnina selain Lautaro dan Lukaku Dua Nama yang Mesti Dicatat dalam Derby della Madonnina selain Lautaro dan Lukaku
Ivan Perisic

Nama kedua yang mesti dicatat pada pertarungan Inter vs Milan Minggu malam (selain Lautaro dan Lukaku) yakni Ivan Perisic. Mantan gelandang Bayer Munchen ini menampilkan performa terbaik untuk mendukung penyerangan sekaligus pertahanan.


Bahkan pertandingan gres berjalan dua menit ketika Perisic sudah membuat kesempatan lewat tandukannya yang sayangnya masih melebar. Perisic bisa menjadi motor serangan Inter Milan bareng dengan Eriksen dan Barella untuk mengobrak-abrik pertahanan Milan.


Di babak pertama, Perisic berkali-kali melepas umpan yang cantik untuk Lukaku dan Lautaro. Di menit ke-28, Perisic melepaskan umpan setelah melaksanakan aksi bagus melalui hadangan Calabria. Di menit ke-37, teror Perisic juga nyaris berbuah gol, sehabis tendangannya di tepis oleh Donnarumma dan bola muntahnya hampir saja dimanfaatkan oleh Lautaro.


Perisic jadinya mencatatkan satu assist setelah menyodorkan umpan tarik yang bagus pada Lautaro di menit ke-57 dan berbuah gol. Gol ini yang menjadikan AC Milan tertunduk lesu dan berbuah gol ketiga. Gol tersebut tercipta justru setelah AC Milan menjajal meningkatkan intensitas penyerangan ke gawang AC Milan!


Meski demikian, duet Lautaro dan Lukaku harus menerima pujian lebih, bukan hanya di pertandingan ini saja. Lautaro memang berhasil mencuri perhatian dengan dua golnya, tapi Lukaku justru lebih banyak menjadi topipembicaraan karena aksi solo berbuah gol serta satu assist cantiknya yang menjadi gol lewat kepala Lautaro.


Sumber https://www.pojokreview.com/

Selasa, 12 Januari 2021

Suning Grup Gulung Tikar Di Tengah Beringasnya Inter Milan, Kontradiktif?



PojokReview - Pertandingan melawan Genoa pada hari Minggu (28/2/2021) makin mengambarkan betapa beringasnya Internazionale Milan. Tiga orang pemain "alumni" Manchester United, Romelo Lukaku, Alexis Sanchez dan Matteo Darmian jadi pemeran penghancur Genoa di sangkar Inter, Giuseppe Meazza.


Tapi, sayangnya Suning Group, sponsor utama dan pemilik saham terbesar klub kota mode tersebut justru dikabarkan bangkrut. Bahkan kegiatan Suning di Inter Milan dan klub milik Suning di Tiongkok juga sudah berhenti di semua level.


Lantas, bagaimana nasib Inter Milan?


Sebagaimana kita pahami, Inter Milan tengah ganas-ganasnya lima pertandingan terakhir. Meraup 15 poin dengan 15 gol di lima pertarungan. Yah, rata-rata 3 gol satu pertarungan.


Mata dunia tertuju pada satu pemain yang justru kian "monster" di lima pertarungan terakhir, Romelu Lukaku. Apalagi di pertarungan melawan Genoa, Lukaku adalah pemain film paling antagonis bagi Genoa.


Belum genap satu menit dikala Lukaku merobek jala Genoa dan membawa Inter memimpin 1-0. Kemudian, assist super anggun pada Matteo Darmian dari kaki Lukaku berbuah gol lagi di babak kedua. Gol terakhir, adalah tandukan Alexis Sanchez memanfaatkan bola rebound dari kaki Lukaku yang ditepis penjaga gawang Genoa.


Lukaku terlibat dalam semua gol yang dicetak Inter malam itu. Tapi, jangan lupakan juga bahwa tandem Lukaku, baik Lautaro Martinez maupun Alexis Sanchez sama-sama makin menggila di lima pertandingan terakhir.


Ditambah lagi, pemain yang semenjak permulaan terus dipertanyakan kontribusinya, Eriksen, juga semakin moncer di lima pertandingan terakhir. Fakta bahwa Eriksen menjadi starter berturut-turut menjadi bukti tak terbantahkan. Belum lagi, keajaiban Handanovic di bawah mistar semakin menakjubkan.


Inter menjadi calon juara paling kuat sehabis menghajar Benevento 4-0, Fiorentina 2-0, Lazio 3-1, lalu secara mengejutkan menggulung AC Milan 3-0 dan mengkudeta kakak kandunganya dari puncak klasemen. Kemenangan melawan Genoa makin mengamankan Inter di puncak klasemen.


Meski masih menyisahkan 14 pertandingan, tetapi Inter Milan sudah diprediksi bakal keluar sebagai juara terlebih bila sukses menundukkan Juventus, Roma, Atalanta dan Napoli yang siap menghadang laju Inter di 14 pertarungan tersisa.


Namun pertanyaannya, kembali lagi ke nasib Suning Group yang bangkrut. Apakah akan memiliki efek pada si ular besar?


Sejauh ini, Presiden Suning Holding Group yang juga Presiden Inter Milan, Steven Zhang mulai mencari pemegang saham minoritas untuk Inter Milan. Mandat tersebut diberikan pada Rothschild Bank untuk mencari penanam modal lain bagi klub tersebut.


Lalu, sesudah menerima investor yang pas, Suning Grup akan mulai melunasi hutang-hutang Inter Milan lalu kemungkinan akan melepas Inter Milan ke tangan pemilik gres.


Selanjutnya, Suning Grup juga kemungkinan akan melepaskan sejumlah pemain. Christian Eriksen juga disebut-sebut akan dilepas, tetapi rencana tersebut dibilang mulai memudar menyaksikan moncernya sang playmaker dengan bagan Antonio Conte di beberapa pertarungan terakhir.


Nama yang pasti akan dilepas contohnya Radja Nainggolan yang mau dilepas ke Cagliari, alasannya adalah selama ini Radja Nainggolan berstatus derma.


Kemudian, pastinya Inter Milan tidak akan melaksanakan pembelian apapun pada bursa transfer selesai animo mendatang. Itu salah satu hal yang telah pasti dikerjakan untuk menyingkir dari kebangkrutan Inter Milan.


Lalu, apakah Inter Milan akan baik-baik saja? Tentunya, bila Inter Milan berhasil keluar sebagai juara Liga Italia, setidaknya mampu mengurangi kemungkinan kebangkrutan klub dan juga membuat lebih mudah penelusuran investor lain untuk klub raksasa Italia tersebut.


Ditambah lagi, rumor yang berhembus ialah perusahaan raksasa asal negeri Ratu Elizabeth bernama BC Patners sudah sungguh kepincut untuk mengakuisisi saham kepemilikan Inter Milan dari Suning Grup.


Pembelian saham dari BC Patners dikabarkan mampu menyelesaikan hutang-hutang Inter Milan yang mengakibatkan bayang-bayang hukuman UEFA mampu terhindarkan.


Sumber https://www.pojokreview.com/

Jumat, 01 Januari 2021

Inter Milan Mampu Memutuskan Scudetto Tamat April Ini!



pojokreview.com - Meski Internazionale Milan sukses menundukkan Bologna di pekan ke-29 Serie A lalu, bukan bermakna Inter telah ditentukan Scudetto animo ini. Inter memang sukses memperbesar jarak dengan tiga kompetitor terdekat adalah Milan, Atalanta, dan Juventus dan makin kuat di puncak.


Inter unggul jauh 8 poin dari saudara kandung mereka, AC Milan yang berada di posisi kedua. Namun, Inter masih unggul 1 permainan, alasannya gres memainkan 28 pertarungan, sedangkan AC Milan telah memainkan 29 pertandingan.


Inter masih akan menjamu Sassuolo hari Rabu (7/4/2021) mendatang di Giuseppe Meazza. Apabila kembali sukses menang, berarti Inter akan bisa memenangkan Milan dengan 11 poin. Apakah cukup untuk menjadi Scudetto?


Sebagai hitung-hitungan di atas kertas, tentunya kemungkinan kian besar.  Namun, mengenang masih akan ada 10 pertarungan dengan kemungkinan 30 poin yang masih mampu direbut oleh setiap pesaingnya, Inter memang baru bisa menentukan diri sebagai Scudetto di simpulan bulan April ini apabila berhasil mendulang poin maksimal di semua laga.


Kabar baik bagi Inter yaitu, mereka "hanya" akan mendapatkan musuh yang di atas kertas berada di level yang sama, antara lain Napoli, (19/4), Roma (13/5), dan Juventus (17/5). Dari ketiga musuh tersebut, cuma Napoli yang akan bersua dengan Inter di bulan April ini.


Inter menjalani total 6 pertarungan selama bulan April ini, dengan satu pertandingan yakni melawan Bologna sudah digelar di tanggal 4 April. Berkelang tiga hari, Inter akan menjamu Sassuolo, dan empat hari kemudian menjamu Cagliari.


Tanggal 19 April, Inter akan bertandang ke markas Napoli, lalu berkelang 3 hari akan melawat ke kandang Spezia. Penutup di bulan April bisa menjadi pesta Scudetto Inter di sangkar sendiri, apabila berhasil menundukkan tim tamu Verona di tanggal 25 April.


Bisa dikatakan, cuma Napoli (posisi 5) yang di atas kertas memiliki kekuatan yang hampir sama dengan Inter. Sedangkan tim lain seperti Cagliari dan Crotone contohnya, sedang berjuang untuk lepas dari jurang degradasi. Spezia juga hanya satu trip di atas zona degradasi, sedangkan Verona dan Sassuolo ialah tim papan tengah yang seharusnya bisa ditundukkan oleh tim sekelas Inter. 


Hal ini memungkinkan, karena Milan masih mesti berjumpa Sassuolo, Genoa, dan Lazio di bulan April yang sangat menyulitkan mereka. Sedangkan Juventus masih akan bersua dengan Napoli, Atalanta, dan Fiorentina di bulan ini. Atalanta masih akan menjamu Juventus, serta bertandang ke sangkar Roma. Artinya, tiga pesaing terberat Inter masih akan menjalani berkelahi berat di bulan ini.


Dengan kata lain, bila berhasil menorehkan hasil sempurna dalam semua sabung di bulan April, Inter akan mendapatkan tambahan poin sebesar 15 poin. Seandainya tiga tim pesaing terberat adalah Milan, Juventus, dan Atalanta juga sama-sama menjangkau poin penuh, kans Inter untuk keluar sebagai Scudetto telah kian terbuka lebar. Namun jika tiga tim pesaing terberat (khususnya AC Milan) tidak bisa menjangkau 15 poin di bulan April ini, maka sudah bisa ditentukan Inter akan merayakan pesta Scudetto lebih singkat satu bulan. Karena selisih sampai di atas 14 poin akan tidak mungkin terkejar selama bulan Mei mendatang.


Meski demikian, Inter benar-benar harus berhati-hati. Perlawanan tim-tim kandidat musuh mereka mampu dikatakan akan sangat berat nantinya. Cagliari, Crotone, dan Spezia akan berjuang habis-habisan biar terhindar dari degradasi. Sedangkan Napoli juga mati-matian untuk mengejar posisi 5 besar yang diincar pula oleh Lazio dan Roma. Begitu pula Varona dan Sassuolo.


Hal itu akan menimbulkan semua pertarungan di bulan April ini akan serasa mirip akhir bagi Inter Milan. Lagipula, walaupun menang berturut-turut, tiga kemenangan terakhir Inter terasa begitu berat. Inter mesti bekerja keras dan cuma menang tipis atas lawan-lawannya. Melawan Bologna di tubruk terakhir, bahkan Inter kalah di persentase penguasaan bola, tembakan ke gawang, dan jumlah tembakan. 


Sumber https://www.pojokreview.com/