Rabu, 23 September 2020

Kenapa Kamu Takut Dibenci? Dibenci Itu Menawan Lo


Kenapa Kamu Takut Dibenci? Dibenci Itu Menarik Lo – Membenci ataupun dibenci adalah hal yang sungguh ingin disingkirkan oleh semua orang. Secara naluriahnya insan ingin disukai oleh lingkungan dan siapa pun yang ada didalamnya. Tetapi, sayangnya kita tidak bisa menuntut hal itu terjadi sepenuhnya dalam hidup kita. Jika, bisa terjadi alangkah indahnya hidup didunia ini.





Baca Juga: 3 Cara Mudah Menemukan Passion Diri Kamu





Pada sebuah program pelulusan mahasiswa, terdapat suatu speech yang disampaikan oleh Mr. Adrian Tan mengenai “Be Hated” atau Dibenci. Dalam pidatonya, ia telah menyampaikan sebuah hal yang sangat kontroversial dalam public. karena mustahil sekali ada orang yang mau dibenci, tidak seorang pun ada yang akan dibenci. Seperti yang kita pahami bahwa the essential of be hated is negative thing. But, hal yang menawan terjadi di dunia ini adalah kondisi dimana kau sendiri dapat menyadari sendiri bahwa orang – orang ahli sekalipun mampu dibenci. Padahal, mereka ialah tokoh dunia yang menenteng pergantian begitu masif terhadap dunia. Tetapi, masih saja mereka memiliki haters. Terdengar aneh, bukan? Oh ya, dan mengejutkannya lagi para tokoh dunia ini dibenci alasannya adalah penemuan yang mereka ciptakan. Mengapa bisa? Ya, mampu karena mereka disaat itu ingin menciptakan sebuah hal gres yang sifatnya dapat merubah dunia; diantaranya Albert Einstein, Steve Jobs, Sigmund Freud, , Mahatma Gandhi, Nabi Muhammad SAW dan masih banyak lagi.





Baca Juga: 5 Ciri Seseorang Sedang Mengalami Depresi





Mari kita ambil beberapa acuan kisah dari tokoh tersebut misalnya; Albert Einstein pernah sungguh dibenci oleh gurunya sendiri ketika beliau masih sekolah. Disaat Einstein telah mendapatkan teorinya ialah teori relativitas, dia pernah dibenci hingga dihujat secara terang – terangan pada publik oleh para ilmuwan yang lain yang mana mereka yakni pengikut Newton pada abad itu. Sedangkan Sigmund Freud memiliki teori yang hingga dikala ini masih menjadi hal yang kontroversial dan orang yang membencinya aneka macam dimulai semenjak beliau praktik di tempatnya. Selanjutnya, Nabi Muhammad SAW seorang tokoh panutan umat islam, beliau pernah hingga kakinya terluka hingga berdarah alasannya adalah dilempari batu oleh orang – orang yang membencinya. Padahal, dapat kita pahami sendiri bahwa Nabi saat sedang dalam perjalanannya hendak berdakwah menebar kebaikan terhadap umatnya.





“If you want to make everyone happy, don’t a leader. But just sell ice cream”





-Steve Jobs





Nah, dapat dipahami ya, bahwa kesempatan bagi diri kita untuk dibenci oleh orang lain mampu kapan saja tanpa kita sadari dan tanpa mesti kita melaksanakan sebuah hal jahat apalagi dahulu.





Menurut penelitian, orang yang tidak suka yakni orang yang berkemampuan kognitif rendah sehingga mereka lebih berprasangka pada kelompok yang non-kontroversial atau liberal, alasannya orang yang dibenci yakni mereka yang termasuk non-kontroversial atau liberal yang artinya mereka yakni orang yang mampu dan mampu mendapatkan sebuah hal gres yang ada atau akan ada, dan bahkan mereka membuat hal gres yang akan membawa pergeseran pada dunia.





Baca Juga: 3 Cara Menghadapi Quarter Life Crisis





Hal menariknya dari orang yang dibenci yaitu orang yang memiliki kemampuan untuk bisa menjaga idealisme dan prinsip pribadinya ditengah – tengah penduduk . So, it means orang yang dibenci ialah orang yang berani tampil beda di masyarakat kebanyakan yang mana masyarakat itu memiliki aliran yang sama. Tentunya juga, dapat dibenci banyak orang belum pasti mereka ialah orang baik, bisa juga beliau dibenci sebab melakukan hal buruk.





Eits, satu hal yang perlu disepakati bareng ialah orang yang menenteng efek besar kepada kehidupan sekitarnya telah berupaya sebisa mungkin menjaga image-nya supaya tidak dibenci oleh satu orang pun; dan nyatanya itu sangatlah sulit, sungguh tidak mudah.





Tetapi, ada suatu skenario sederhana biar tidak dibenci; jangan pernah kamu menjajal untuk terlibat dalam suatu argumen apapun, selalu ikuti kata yang orang sarankan, apalagi lagi jangan pernah tampil beda dari lainnya. Wow, sungguh simple ya? Alhasil, kau akan disukai banyak orang dong, tidak ada yang akan membencimu.





Wait, apakah hal tadi sungguh beraura positif bagi kau? Bisa iya, bisa juga tidak ya. Kenapa? Oke, jadi begini; jika kau ingin menjadi sosok yang umum saja, seperti seorang sobat, partner atau bab yang bagus dalam penduduk . Maka, lakukanlah hal yang saya sebutkan sebagai skenario sederhana tadi. Berbeda halnya dengan kau yang ingin menjadi sosok yang menenteng perubahan dan imbas besar bagi masyarakat dan dunia. Maka, jangan kerjakan skenario sederhana yang saya sebutkan tadi, alasannya adalah itu ialah suatu skenario menjalani hidup dengan teknik ambil posisi aman. Jika kau ingin menjadi seseorang yang membawa dampak besar bagi sekitar, maka jangan takut untuk dibenci siapapun. Karena sudah niscaya ada saja yang tidak satu pendapat dengan kamu atau mereka merasa tersinggung dengan tindakan kau, dan bahkan akan bermunculan orang-orang yang tidak senang kamu tanpa argumentasi yang terperinci.





“Haters gonna be haters, Lovers gonna be lovers”





Point kasatmata terpenting dari menjadi orang yang dibenci yakni kau mampu mengganti paradigma berpikir orang lain semoga menjadi sesuai dengan hal yang kau percayai dan yakini.





Contohnya, ada banyak yang menulis  argumen – argumen disosmed, situs web, youtube, dan lainnya, tetapi itu tidak akan terlalu menjinjing imbas bagi ajaran yang membaca tulisan kau. Ada pepatahnya, yang berbunyi “Haters gonna be haters, Lovers gonna be lovers” ya, yang membenci akan tetap tidak suka dan yang suka akan tetap suka.





But, ada saja kemungkinan disuatu kondisi yang mana kamu menulis, dan kau masifkan  disosmed, website, youtube dan yang lain itu dibaca oleh mereka yang membenci dan menciptakan mereka berpikir dua kali untuk mencerna yang kau tuliskan, sehingga mereka menawarkan tanggapan “Oh, ternyata ada benernya juga ya yang ia katakan ini”. Nah, inilah suasana dimana yang kau lakukan dapat merubah paradigma berpikir seseorang.





Pengaruh yang kamu berikan terhadap orang tersebut termasuk kedalam dua faktor; yang pertama faktor kognitif yakni membuat orang tersebut menyadari fakta kebenaran yang kamu sampaikan dan kerjakan, yang kedua faktor afektif yakni mengganti seseorang tersebut secara emosional, sekaligus perilakunya juga turut berganti.





Sungguh sebuah hal yang menakjubkan jika dari suatu langkah-langkah yang kita ciptakan dan kerjakan dapat merubah sikap seseorang, menjadi lebih positif tentunya.





So, jangan pernah takut dibenci karena dibenci itu menarik. Jika kamu menjinjing suatu pergeseran bagi lingkungan sekitar dan bahkan dunia. Maka teruslah berusaha dan fokus, nyatanya tidak siapa pun mampu mengganti dunia menjadi lebih baik mirip para tokoh dunia terdahulu.





Semoga gosip yang aku sampaikan bermanfaat, Arigatou J



Sumber yl.com


EmoticonEmoticon