Minggu, 20 September 2020

4 Kiat Menjadi Teman Curhat Yang Baik


4 Tips Menjadi Teman Curhat yang Baik – Ketika kamu sedang penat karena berbagai tekanan dan dilema hidup, pasti yang dibutuhkan adalah telinga orang yang pemahaman bukan? Tapi, tidak gampang menjadi teman curhat yang bagus.





Baca Juga: 4 Cara Menghindari Hoax dan Menentukan Pilihan Terbaik





Perlu skill mendengarkan dan kesabaran yang tinggi. Itu sebabnya, ada beberapa orang yang cocok  jadi sahabat curhat, ada juga yang tidak. Seorang pendengar yang baik dapat memajukan kualitas korelasi dengan orang lain, baik secara personal maupun profesional. Pendengar yang bagus biasanya juga memiliki banyak sekali sudut pandang yang luas dan berlawanan-beda.





Baca Juga: 3 Cara Praktis Menemukan Passion Diri Kamu





Curhat ialah suatu momen ketika seseorang ingin menceritakan permasalahan langsung yang memang sulit untuk terselesaikan sendiri dan membutuhkan pinjaman untuk memperlihatkan jalan keluar. Curhat bisa menciptakan temanmu mengeluarkan semua uneg-uneg yang membebaninya. Dan perlu kamu pahami juga curhat itu ialah momen berkualitas antara kamu dan temanmu. Mengapa mampu dikatakan demikian? Karena di momen itulah kamu mampu menyimak keluh kesah temanmu sekaligus menunjukkan support.





Sebenarnya, bagaimana sih cara menjadi pendengar yang baik, biar orang nyaman curhat dengan kita?






1. Sediakan Waktu dan Diri Kamu





Menjadi sahabat curhat yang baik memiliki arti kau mesti menawarkan dan menyempatkan waktumu. Tidak cuma waktu, bahkan kau juga harus menyediakan dirimu. Gimana sih maksdunya menyempatkan waktu dan diri? Ya maksudnya saat diajak curhat, kamu nggak sibuk sama diri kau sendiri mirip main hp atau sibuk dengan yang lain. Kamu mesti fokus dengan orang yang curhat ke kau. Jangan hingga deh kau nggak nyambung sama apa yang diomongkan temanmu itu. Karena pada umumnya yang menyimak , raga nya memang bersama kau namun fikiran nya telah hingga entah kemana.





2. Berempati dan Tunjukkan Ketertarikanmu





Mungkin temanmu mencurhatkan tentang peran kuliah atau pekerjaan yang membuatnya merasa stres tamat-selesai ini, padahal bahu-membahu menurutmu itu dilema sejuta umat dan kamu juga berada diposisi itu, jadi menurutmu bekerjsama itu tidak perlu dikeluhkan. Eits, hati-hati dengan pedoman demikian, alasannya asumsi seperti inilah yang mampu menghalangimu menjadi pendengar yang bagus.





Jika kau berpikiran demikian, alih-alih berempati dan bersimpati, kamu malah akan cenderung menyepelekan curhatan temanmu. Kamu harus menyaksikan dari persepsi segi baiknya. Temanmu curhat bukan karena dilema itu yakni duduk perkara terbesar yang menghantuinya. Dia curhat kepadamu alasannya adalah dia ingin melegakan perasaannya, yang mana itu sangat normal. Dia ingin dikenali, sama mirip kalau kamu curhat pada orang lain, kamu ingin diketahui. Intinya tarik lagi kediri kau jikalau seandainya kau mempunyai persoalan yang memuncak dan ingin rasanya melepaskan beban itu, niscaya kamu mencari sobat curhat, alasannya sejatinya setelah menceritakan keluh kesah kita kepada orang lain itu akan terasa sedikit lega. Kamu mampu menawarkan empati dengan gestur kecil mirip anggukan atau kata-kata seperti, “Aku tau yang kamu rasakan,” atau kata-kata lain yang mengkonfirmasi perasaan sahabat curhatmu.





3. Tidak Memotong di Tengah Cerita





Kadang, mendengarkan bisa jadi kegiatan yang menjemukan. Jika curhatan temanmu panjang sekali, pasti perlu ketabahan untuk duduk membisu dan menyimak . Riset menawarkan bahwa cuma 10% orang yang bisa mendengarkan secara efektif kata-kata orang lain. Memang pada dasarnya, kita sangat gampang menjadi jenuh dan terganggu oleh pikiran-fikiran ihwal hal lain. Seringkali, kita pikir kita sedang menyimak orang lain, namun bekerjsama pikiran kita sedang mencari cara dan kata-kata untuk dilontarkan kembali, untuk membalas kata-kata sobat kita, entah itu dalam bentuk tanggapan, usulan, atau malah menceritakan pengalaman serupa kita.





Pernahkah kau curhat ke seseorang, namun kau merasa curhatanmu sering terputus sebab orang itu sering datang-datang bicara? Pasti tidak mengenakkan. Jika temanmu curhat, dan kamu memangkas curhatannya, itu sama tidak mengenakkannya. Jadi, kalau seseorang curhat kepadamu, dan kau ingin mengatakan sesuatu, coba tahan dahulu sampai temanmu final bicara.





4. Berilah Respon yang Tepat pada Setiap Pernyataannya





Berilah respon yang tepat dan tidak berlebihan. Hal ini bermaksud biar temanmu merasa apa yang ia curhatkan didengar dengan baik. Dengarkan dengan baik jangan pernah memangkas pembicarannya. Mengangguk juga termasuk tanggapanyang cantik dikala mendengar curhatan temanmu.





Jangan buru-buru menjudge seseorang alasannya cerita yang ia berikan. Hidup ini tak hanya terdiri dari hitam dan putih. Kadang mereka yang berwarna putih juga tak sedikit bergulat di dunia hitam. Posisikan diri kau kalau jadi dia. Bagaimanapun, sebuah saat seseorang tetap butuh kawasan bersandar.





Well, tak ada manusia yang tepat. Mereka ingin curhat alasannya mereka butuh didengarkan. So, jadilah pendengar yang baik. Apapun yang ia kerjakan, jikalau ia mau mengatakannya pada kamu, artinya kamu ialah orang yang ia percayai.



Sumber yl.com


EmoticonEmoticon